www.sorotriau.com
| BUKA FLS2N dan FL2N Gugus II , CAMAT RUPAT AJAK SISWA KEMBANGKAN  POTENSI DIRI | | KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API | | ANTISIPASI DAMPAK KABUT ASAP, PERTAMINA RU II DUMAI DAN LPMK BAGIKAN 1000 MASKER | | ANAK-ANAK SUKU AKIT PULAU RUPAT DAPAT PENYULUHAN TERTIB BERLALU LINTAS | | KOTA DUMAI DISELIMUTI KABUT ASAP KIRIMAN DARI PULAU RUPAT | | MENUJU KEMADIRIAN DESA DESA ,PEMCAM RUPAT SERAP ASPIRASI PEMBANGUNAN MELALUI MUSRENBANGCAM
Rabu, 22 Mei 2019
 
Diberi Gelar Adat, Jokowi Ucapkan Terimakasih Pada LAM dan Masyarakat Riau
Minggu, 16/12/2018 - 00:07:50 WIB
Sumber Foto :MCR
TERKAIT:
 
  • Diberi Gelar Adat, Jokowi Ucapkan Terimakasih Pada LAM dan Masyarakat Riau
  •  

    PEKANBARU - Diberi gelar adat Melayu, sebagai Datuk Seri Setia Amanah Negara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ucapkan terimakasih pada Lembaga Adat Melayu (LAM) dan masyarakat Riau.
    "Ucapakan terimakasihnya kepada LAM dan masyarakat Riau," kata Jokowi, Sabtu (15/12/18).

    Menurut Jokowi, gelar adat yang diterimanya hari ini mengingatkan dirinya ketika dilantik sebagai Presiden. Dimana amanat yang diembannya saat membacakan sumpah adalah setia pada nusa dan bangsa Indonesia.
    Amanat untuk setia nusa dan bangsa masuk dalam penjabaran untuk menjaga adat dan budaya yang dianggap sebagai kekayaan khazanah bangsa ini yang multikultur.

    "Saat menerima gelar adat ini, saya teringat saat dilantik menjadi Presiden. Karena diantaranya saya dituntut menjaga adat dan budaya," ujar Jokowi.

    Selain itu, orang nomor satu di Indonesia ini juga sempat menyinggung persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang selama ini terus terjadi di Riau. Diantara enam poin yang menjadi dasar pilihan kenapa gelar diberikan kepadanya, yakni Presiden dianggap berjasa melalui kebijakan menghilangkan Karhutla diakui Jokowi, tidak hanya karena desakannya secara pribadi dan kepala pemeritahan.

    Tetapi juga karena gerahnya karena perasoalan Karhutka sudah menjadi isu internasional.
    Ada pun kebijakan penting menurut Jokowi, yakni dengan mengultimatum para pemangku kepentingannya mulai Pangdam I Bukit Barisan, Danrem 031/WB, Kapolda para pimpinan Kodim dan Kapolres se Riau agar bertanggung jawab atas persoalan Karhutla yang terjadi diwilayahnya.

    Ancaman dengan akan mencopot pejabat terkait tersebut terbukti ampuh. Persoalan Karhutla di Riau yang selama ini seakan sudah menjadi tradisi berhasil diatasi.  "Soal asap, saya telah menekankan kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari pangdam, danrem, Kapolda hingga kodim telah mengultimatum, bagi daerah yang ada karhutla, jelas siapa yang akan diganti," ungkap Jokowi.

    Selain itu, Jokowi juga banyak berbicara soal Blok Rokan yang sebelumnya 'dikuasai' asing, kini pengelolaannya diambil alih PT Pertamina. Begitu juga dengan Blok Mahakam yang ada di Kalimantan. 

    "Saya sudah tekankan ambil alih Pertamina, lalu  pengelolaan juga libatkan daerah dalam hal ini tentu saja pemerintahan di Riau. Saya terus terang tidak tahu ada Blok Rokan ini ada di Riau. Setelah mendengarkan aspirasi dibawah makanya saya minta Pertamina yang kelola," ungkap Jokowi.
    Selain itu, Jokowi juga mencontohkan bagaimana keperduliannya terhadap bangsa ini dengan mengambil alih saham PT Freeport yang sebelumnya hanya dapat sembilan persen setahun, namun kini pemerintah sudah bisa menguasai 51 persen saham Freeport. (mcr/mtr)



     
    Berita Lainnya :
  • Diberi Gelar Adat, Jokowi Ucapkan Terimakasih Pada LAM dan Masyarakat Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
     
    Berita Nasional | Berita Internasional | Berita Riau | Berita Desa | Advertorial | Indeks
    Redaksi| Disclaimer| Pedoman| Tentang Kami| Info Iklan
    © 2015-2016 SorotRiau.Com, All Rights Reserved