www.sorotriau.com
| BUKA FLS2N dan FL2N Gugus II , CAMAT RUPAT AJAK SISWA KEMBANGKAN  POTENSI DIRI | | KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API | | ANTISIPASI DAMPAK KABUT ASAP, PERTAMINA RU II DUMAI DAN LPMK BAGIKAN 1000 MASKER | | ANAK-ANAK SUKU AKIT PULAU RUPAT DAPAT PENYULUHAN TERTIB BERLALU LINTAS | | KOTA DUMAI DISELIMUTI KABUT ASAP KIRIMAN DARI PULAU RUPAT | | MENUJU KEMADIRIAN DESA DESA ,PEMCAM RUPAT SERAP ASPIRASI PEMBANGUNAN MELALUI MUSRENBANGCAM
Rabu, 22 Mei 2019
 
KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API
Minggu, 24/02/2019 - 16:27:42 WIB

TERKAIT:
 
  • KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API
  •  

    SorotRiau.com,RUPAT--Ratusan anggota Satuan tugas(Satgas) penaggulangan kebakaran hutan dan lahan(karhutla) yang terdiri dari personil TNI Koramil 05 Rupat/Kodim 0303 Bengkalis, dari Kepolisian Polsek Rupat dan Polsek Rupat Utara dan juga anggota Kepolsian BKO Polres Bengkalis,Pol PP, Damkar dan Masyarakat Peduli Api(MPA),berbaur dmelakukan pemadaman api yang telah melahap ratusan hektar lahan gambut di Kecamatan Rupat,Kabupaten Bengkalis

    Komandan Kodim 0303/Bengkalis Letkol Inf Timmy Prasetya Hermianto, yang juga Komandan Satgas Karhutla Bengkalis bersama Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto tampak turun langsung ke lokasi melakukan pemadaman.
       
    "Sangat sulit memadamkan api yang ada di dalam gambut," ujar Kapolres Bengkalis Yusup Rahmanto kepada  sejumlah wartawan di salah satu lokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Kampung Baru,Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis Jumat (22/2).
       
    Dia menjelaskan,upaya pemadaman dilakukan semaksimal mungkin. Karena untuk mematikan api di areal lahan yang terdiri dari lahan gambut dibutuhkan tenaga yang ekstra. Hal  tersebut menurut Kapolres  terbukti, meskipun sebagian besar kawasan keberadaan api sudah dapat dijinakan oleh tim pemadam, tapi tetap masih ada asap,meskipun titik api tersebut sudah tergenang air     
      
    Lebih lanjut Kapolres Bengkalis Yusup Rahmanto mengatakan,di sekitar lokasi kebakaran masih terdapat semak belukar.Sehingga, jika terkena asap ilalang mengering dan sangat rentan terbakar. Kemudian ditambah dengan tiupan angin kencang dan cuaca sangat panas.
        
    "Kondisi saat ini juga rawan api berterbangan dari lokasi yang sudah terbakar ke lahan yang belum terbakar," sambung Yusup Rahmanto, sembari dia menambahkan, Kendati demikian, apapun tantangan yang dihadapi, pemadaman akan terus dilakukan.
       
    "Kami dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD dan dibantu perusahaan serta masyarakat tetap berupaya agar kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Rupat ini bisa dipadamkan,"ujar Kapolres Bengkalis, didampingi Kapolsek Rupat, AKP Masrial S Sos,
       
    Yusuf Rahmanto saat dikonfirmasi kemarin mengapresiasi peran  masyarakat Rupat yang dinilainya cukup pro-aktif membantu petugasdalam memdamkan kebakaran tersebut "Masyarakat di sini sangat luar biasa antusiasnya membantu pemadaman," sebut Yusup.
        
    Sementara untuk luas lahan yang terbakar di Dusun Kampung Baru,Kelurahan Terkul,tambah Kapolres lagi, mencapai seratus hektar."Yang terbakar lumayan cukup luas. Tadi dari Pak Dandim Bengkalis sampaikan lebih kurang seratus hektar.Tapi luasannya berapa kami juga tidak tahu pasti.Kami di sini semuanya fokus melakukan pemadaman,"ujar Yusuf
    
    Satu Orang Tersangka Karhutla

    Kapolres Bengkalis itu juga menambahkan, pihaknya selain melakukan tindakan pemadaman, Polres Bengkalis juga melakukan tindakan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Bahkan Polres Bengkalis  saat ini telah menetapkan satu orang tersangka terkait Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat ini. Satu orang tersangka tersebut berinisial S warga yang bermukim di Rupat.
        
    "Penetapan S sebagai tersangka dilakukan karena dari hasil gelar perkara tersangka memenuhi unsur yang disangkakan dan tersangka S juga telah mengakui perbuatanya ,"pungkas Kapolres Bnegkalis
       
    Sementara itu, Dandim 0303 Bengkalis, Letkol Inf Timmy Prasetya Hermianto yang juga selaku Dansatgas Karhutla Kabupaten Bengkalis, saat dikonfirmasi ditempat yang sama, juga mengaku sulit mengatasi lahan gambut yang terbakar saat ini.
       
    "Kami sudah lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana menyiram api sedemikian rupa, asap memang parah, karena gambut cukup dalam," ungkap Timmy, didampingi Danramil 05 Rupat, Kapten Inf Syafrilis
       
    Menurut Timmy, titik api yang ada di tengah lahan tidak bisa diterobos karena kabut asap yang sangat pekat. "Tadi sudah kami coba masuk, tapi kami mundur lagi karena pekatnya asap. Jadi mungkin inilah kondisi riil di lapangan," ujar Timmy.

    Meski demikian, tambah dia, pemadaman akan terus dilakukan secara bersama-sama. "Kami sudah megerahkan pasukan di lokasi kebakaran tetapi kendala di lapangan di samping lahan yang bergambut peralatan juga terbatas. Tapi kami tetap upayakan. Kami mengerahkan kekuatan penuh supaya karhutla bisa kami atasi,"tutupnya
         
    Seperti diketahui, dalam 3 pekan terakhir ini Kecamatan Rupat dihadapi dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan  dengan luas  lahan yang terbakar mencapai ratusan hektar.Adapun wilayah yang terbakar yakni Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, Desa Sri Tanjung, Desa Teluk Lecah, dan Desa Kebumen.Hingga pekan ketiga Jumat,22 Februari 2019  kebakaran tersebut belum sepenuhnya bisa dipadamkan.
       
    Pantauan  dilokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Kampung Baru, Kelurahan Terkul ini terlihat meskipun kobaran api tidak kelihatan lagi membakar semak belukar yang ada, namun dilahan yang terbakar tersebut terlihat kumpalan asap tebal menyebar dimana mana. Hal ini terjadi lantaran jenis tanah  yang terbakar merupakan tanah gambut. Sehingga walaupun dibagian atas tanah tersebut tidak terlihat ada api, namun didari dalam tanah tersebut tetap mengeluarkan asap. Sumber asap juga muncul dari tunggul tunggul pohon yang terbakar yang jumahnya cukup banyak,sehingag menambah kebunya asap
       
    Kondisi ini membuat kawasan yang terbakar tersebut penuh dengan kumpalan asap tebal yang membuat jarak pandang disitu  hanya bisa tembus dalam kisaran 50 meter saja.Bahkan bagi sejumlah awak media, termasuk awak media Dumai Pos yang berupaya untuk menerobos masuk lebih jauh lagi dalam areal yang terbakar tersebut karena hendak mengambil foto kondisi lahan yang terbakar, tapi hanya mampu bertahan di araal tersebut tak lebih dari 20 menit. Sebab setelah itu nafas terasa sesak dan mata terasa perih lantaran deselimuti asap tebal.
         
    Penulis juga tak kuasa membayangkan betapa beratnya perjuangan  yang harus dihadapi Tim Pemadam kebakaran  yang diterjunkan untuk mentasi kebkaran di Pulau Rupat saat ini yang harus bekerja extra keras, dari pagi hingga malam dalam upaya melakukan pemadaman api, agar Karhutla betul betul padam. Sedangkan untuk   keadaan cuaca di Pulau Rupat saat ini dalam keadaan panas dan tiupan angin  kencang.
      
    "Rasanya mau pingsan saja lama lama berada di lahan yang terbakar ini. nafas saya sesak rasanya, kasihan,ya, bapak bapak petugas yang siang malam memadamkan kebakaran ini, tentu lebih susah lagi, bila dibandingkan kita yang hanya sekejap  berada di lokasi ini sudah tak tahan dengan asap yang tebal ini,"komentar Herman Ketua LSM Pekat-IB Kecamatan Rupat yang turut serta turun ke lokasi kebakaran hutan di Dusun Kampung Baru itu Jumat kemarin(SR/DN/OPA)



     
    Berita Lainnya :
  • KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
     
    Berita Nasional | Berita Internasional | Berita Riau | Berita Desa | Advertorial | Indeks
    Redaksi| Disclaimer| Pedoman| Tentang Kami| Info Iklan
    © 2015-2016 SorotRiau.Com, All Rights Reserved