www.sorotriau.com
| FAISAL ARIF AKTOR UTAMA TERCETUSNYA IMO KOTA DUMAI | | DPD IMO INDONESIA KOTA DUMAI GELAR SEMINAR JURNALISTIK | | WALIKOTA DUMAI RESMIKAN PANTAI PANORAMA | | LURAH BAGAN KELADI AJUKAN PERMOHONAN BANTUAN BASE KE DINAS PUPR | | MPC PP KOTA DUMAI ADAKAN RPP DAN PELANTIKAN PENGURUS PAC PP DUMAI BARAT | | Terkait dengan golden zone, warga : Komunikasi tidak baik
Kamis, 14 November 2019
 
KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API
Minggu, 24/02/2019 - 16:27:42 WIB

TERKAIT:
 
  • KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API
  •  

    SorotRiau.com,RUPAT--Ratusan anggota Satuan tugas(Satgas) penaggulangan kebakaran hutan dan lahan(karhutla) yang terdiri dari personil TNI Koramil 05 Rupat/Kodim 0303 Bengkalis, dari Kepolisian Polsek Rupat dan Polsek Rupat Utara dan juga anggota Kepolsian BKO Polres Bengkalis,Pol PP, Damkar dan Masyarakat Peduli Api(MPA),berbaur dmelakukan pemadaman api yang telah melahap ratusan hektar lahan gambut di Kecamatan Rupat,Kabupaten Bengkalis

    Komandan Kodim 0303/Bengkalis Letkol Inf Timmy Prasetya Hermianto, yang juga Komandan Satgas Karhutla Bengkalis bersama Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto tampak turun langsung ke lokasi melakukan pemadaman.
       
    "Sangat sulit memadamkan api yang ada di dalam gambut," ujar Kapolres Bengkalis Yusup Rahmanto kepada  sejumlah wartawan di salah satu lokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Kampung Baru,Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis Jumat (22/2).
       
    Dia menjelaskan,upaya pemadaman dilakukan semaksimal mungkin. Karena untuk mematikan api di areal lahan yang terdiri dari lahan gambut dibutuhkan tenaga yang ekstra. Hal  tersebut menurut Kapolres  terbukti, meskipun sebagian besar kawasan keberadaan api sudah dapat dijinakan oleh tim pemadam, tapi tetap masih ada asap,meskipun titik api tersebut sudah tergenang air     
      
    Lebih lanjut Kapolres Bengkalis Yusup Rahmanto mengatakan,di sekitar lokasi kebakaran masih terdapat semak belukar.Sehingga, jika terkena asap ilalang mengering dan sangat rentan terbakar. Kemudian ditambah dengan tiupan angin kencang dan cuaca sangat panas.
        
    "Kondisi saat ini juga rawan api berterbangan dari lokasi yang sudah terbakar ke lahan yang belum terbakar," sambung Yusup Rahmanto, sembari dia menambahkan, Kendati demikian, apapun tantangan yang dihadapi, pemadaman akan terus dilakukan.
       
    "Kami dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD dan dibantu perusahaan serta masyarakat tetap berupaya agar kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Rupat ini bisa dipadamkan,"ujar Kapolres Bengkalis, didampingi Kapolsek Rupat, AKP Masrial S Sos,
       
    Yusuf Rahmanto saat dikonfirmasi kemarin mengapresiasi peran  masyarakat Rupat yang dinilainya cukup pro-aktif membantu petugasdalam memdamkan kebakaran tersebut "Masyarakat di sini sangat luar biasa antusiasnya membantu pemadaman," sebut Yusup.
        
    Sementara untuk luas lahan yang terbakar di Dusun Kampung Baru,Kelurahan Terkul,tambah Kapolres lagi, mencapai seratus hektar."Yang terbakar lumayan cukup luas. Tadi dari Pak Dandim Bengkalis sampaikan lebih kurang seratus hektar.Tapi luasannya berapa kami juga tidak tahu pasti.Kami di sini semuanya fokus melakukan pemadaman,"ujar Yusuf
    
    Satu Orang Tersangka Karhutla

    Kapolres Bengkalis itu juga menambahkan, pihaknya selain melakukan tindakan pemadaman, Polres Bengkalis juga melakukan tindakan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Bahkan Polres Bengkalis  saat ini telah menetapkan satu orang tersangka terkait Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat ini. Satu orang tersangka tersebut berinisial S warga yang bermukim di Rupat.
        
    "Penetapan S sebagai tersangka dilakukan karena dari hasil gelar perkara tersangka memenuhi unsur yang disangkakan dan tersangka S juga telah mengakui perbuatanya ,"pungkas Kapolres Bnegkalis
       
    Sementara itu, Dandim 0303 Bengkalis, Letkol Inf Timmy Prasetya Hermianto yang juga selaku Dansatgas Karhutla Kabupaten Bengkalis, saat dikonfirmasi ditempat yang sama, juga mengaku sulit mengatasi lahan gambut yang terbakar saat ini.
       
    "Kami sudah lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana menyiram api sedemikian rupa, asap memang parah, karena gambut cukup dalam," ungkap Timmy, didampingi Danramil 05 Rupat, Kapten Inf Syafrilis
       
    Menurut Timmy, titik api yang ada di tengah lahan tidak bisa diterobos karena kabut asap yang sangat pekat. "Tadi sudah kami coba masuk, tapi kami mundur lagi karena pekatnya asap. Jadi mungkin inilah kondisi riil di lapangan," ujar Timmy.

    Meski demikian, tambah dia, pemadaman akan terus dilakukan secara bersama-sama. "Kami sudah megerahkan pasukan di lokasi kebakaran tetapi kendala di lapangan di samping lahan yang bergambut peralatan juga terbatas. Tapi kami tetap upayakan. Kami mengerahkan kekuatan penuh supaya karhutla bisa kami atasi,"tutupnya
         
    Seperti diketahui, dalam 3 pekan terakhir ini Kecamatan Rupat dihadapi dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan  dengan luas  lahan yang terbakar mencapai ratusan hektar.Adapun wilayah yang terbakar yakni Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, Desa Sri Tanjung, Desa Teluk Lecah, dan Desa Kebumen.Hingga pekan ketiga Jumat,22 Februari 2019  kebakaran tersebut belum sepenuhnya bisa dipadamkan.
       
    Pantauan  dilokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Kampung Baru, Kelurahan Terkul ini terlihat meskipun kobaran api tidak kelihatan lagi membakar semak belukar yang ada, namun dilahan yang terbakar tersebut terlihat kumpalan asap tebal menyebar dimana mana. Hal ini terjadi lantaran jenis tanah  yang terbakar merupakan tanah gambut. Sehingga walaupun dibagian atas tanah tersebut tidak terlihat ada api, namun didari dalam tanah tersebut tetap mengeluarkan asap. Sumber asap juga muncul dari tunggul tunggul pohon yang terbakar yang jumahnya cukup banyak,sehingag menambah kebunya asap
       
    Kondisi ini membuat kawasan yang terbakar tersebut penuh dengan kumpalan asap tebal yang membuat jarak pandang disitu  hanya bisa tembus dalam kisaran 50 meter saja.Bahkan bagi sejumlah awak media, termasuk awak media Dumai Pos yang berupaya untuk menerobos masuk lebih jauh lagi dalam areal yang terbakar tersebut karena hendak mengambil foto kondisi lahan yang terbakar, tapi hanya mampu bertahan di araal tersebut tak lebih dari 20 menit. Sebab setelah itu nafas terasa sesak dan mata terasa perih lantaran deselimuti asap tebal.
         
    Penulis juga tak kuasa membayangkan betapa beratnya perjuangan  yang harus dihadapi Tim Pemadam kebakaran  yang diterjunkan untuk mentasi kebkaran di Pulau Rupat saat ini yang harus bekerja extra keras, dari pagi hingga malam dalam upaya melakukan pemadaman api, agar Karhutla betul betul padam. Sedangkan untuk   keadaan cuaca di Pulau Rupat saat ini dalam keadaan panas dan tiupan angin  kencang.
      
    "Rasanya mau pingsan saja lama lama berada di lahan yang terbakar ini. nafas saya sesak rasanya, kasihan,ya, bapak bapak petugas yang siang malam memadamkan kebakaran ini, tentu lebih susah lagi, bila dibandingkan kita yang hanya sekejap  berada di lokasi ini sudah tak tahan dengan asap yang tebal ini,"komentar Herman Ketua LSM Pekat-IB Kecamatan Rupat yang turut serta turun ke lokasi kebakaran hutan di Dusun Kampung Baru itu Jumat kemarin(SR/DN/OPA)



     
    Berita Lainnya :
  • KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
     
    Berita Nasional | Berita Internasional | Berita Riau | Berita Desa | Advertorial | Indeks
    Redaksi| Disclaimer| Pedoman| Tentang Kami| Info Iklan
    © 2015-2016 SorotRiau.Com, All Rights Reserved