www.sorotriau.com
| BUKA FLS2N dan FL2N Gugus II , CAMAT RUPAT AJAK SISWA KEMBANGKAN  POTENSI DIRI | | KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API | | ANTISIPASI DAMPAK KABUT ASAP, PERTAMINA RU II DUMAI DAN LPMK BAGIKAN 1000 MASKER | | ANAK-ANAK SUKU AKIT PULAU RUPAT DAPAT PENYULUHAN TERTIB BERLALU LINTAS | | KOTA DUMAI DISELIMUTI KABUT ASAP KIRIMAN DARI PULAU RUPAT | | MENUJU KEMADIRIAN DESA DESA ,PEMCAM RUPAT SERAP ASPIRASI PEMBANGUNAN MELALUI MUSRENBANGCAM
Selasa, 16 Juli 2019
 
Waspada!! Ada Bakteri di Balik 'Ngupil'
Jumat, 12/10/2018 - 20:51:36 WIB

TERKAIT:
 
  • Waspada!! Ada Bakteri di Balik 'Ngupil'
  •  

    SOROTRIAU - Berdasarkan hasil riset terbaru, kebiasaan mengupil ternyata bisa menyebarkan bakteri penyebab pneumonia.




    Dilansir dari kompas,com, riset yang dipublikasikan di jurnal European Respiratory ini adalah riset pertama yang menunjukkan penyebaran bakteri terjadi antara hidung dan tangan.





    Dengan adanya temuan ini, para ahli merekomendasikan agar orangtua menjaga mainan dan tangan anak-anak agar selalu bersih.





    Ini semua demi melindungi anak-anak, dan untuk menghindari penyebaran bakteri ke orang lain, termasuk anggota keluarga berusia lanjut yang mungkin rentan terhadap infeksi.





    Dr Victoria Connor, selaku pemimpin riset mengatakan, infeksi pneumokokus adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.





    Infeksi ini diperkirakan telah menyebabkan kematian atas 1,3 juta jiwa anak-anak berusia di bawah lima tahun setiap tahun.





    "Orangtua dan orang-orang dengan penyebab lain dari gangguan kekebalan, seperti penyakit kronis, juga berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus," ucap dia.





    Menurut dia, penyebaran pneumococcus dapat berakibat fatal. Jadi, peneliti ingin melihat bagaimana penyebarannya di masyarakat.





    Memahami bagaimana penyebaran bakteri, kata Connor, akan membantu menemukan solusi pencegahan infeksi pneumokokus yang lebih besar.





    Peneliti menemukan bakteri dapat berpindah dari tangan ke hidung, baik saat orang-orang mengupil, mencolek, atau hanya menggosok hidung mereka dengan punggung tangan.





    "Ini mungkin tidak realistis membuat anak berhenti menggosok atau menyentuh hidung mereka."





    "Selain itu, kehadiran bakteri kadang-kadang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak-anak dan mengurangi peluang mereka tertular penyakit di kemudian hari," ucap Connor.





    Oleh karena itu, ia merasa belum jelas apakah mengurangi penyebaran pneumococcus pada anak-anak adalah hal terbaik. (SR/Yuen)




     
    Berita Lainnya :
  • Waspada!! Ada Bakteri di Balik 'Ngupil'
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
     
    Berita Nasional | Berita Internasional | Berita Riau | Berita Desa | Advertorial | Indeks
    Redaksi| Disclaimer| Pedoman| Tentang Kami| Info Iklan
    © 2015-2016 SorotRiau.Com, All Rights Reserved