www.sorotriau.com
| BUKA FLS2N dan FL2N Gugus II , CAMAT RUPAT AJAK SISWA KEMBANGKAN  POTENSI DIRI | | KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API | | ANTISIPASI DAMPAK KABUT ASAP, PERTAMINA RU II DUMAI DAN LPMK BAGIKAN 1000 MASKER | | ANAK-ANAK SUKU AKIT PULAU RUPAT DAPAT PENYULUHAN TERTIB BERLALU LINTAS | | KOTA DUMAI DISELIMUTI KABUT ASAP KIRIMAN DARI PULAU RUPAT | | MENUJU KEMADIRIAN DESA DESA ,PEMCAM RUPAT SERAP ASPIRASI PEMBANGUNAN MELALUI MUSRENBANGCAM
Selasa, 16 Juli 2019
 
Dibanding Tahun Lalu, Karthula 2018 Menurun
Rabu, 30/05/2018 - 15:02:48 WIB

TERKAIT:
 
  • Dibanding Tahun Lalu, Karthula 2018 Menurun
  •  

    PEKANBARU,sorotriau - Tim Satuan Tugas (Satgas) Polda Riau, berhasik dalam mengupayakan penurunan, dalam kasus pembakaran hutan dan lahan (Karthula) 2018, dibandingkan dengan tahun yang lalu.


    "Itu merupakan kerja keras dari tim satgas, yang sudah berusaha ingin mencegah karthula," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan kepada Senuju, Rabu (30/5/2018).


    Di mana, sejak 1 Januari hingga 27 Mei 2018, Polda Riau, sudah menangani tujuh kasus pembakaran lahan di Riau. Dari kasus tersebut, ada enam orang tersangka yang ditetapkan. Semuanya adalah perorangan, dan tidak ada dari korporasi.


    Adapun tujuh laporan polisi itu masing-masing satu kasus dengan satu tersangka, di Polres Pelalawan, Polres Rokan Hulu (Rohul), Polres Bengkalis dan Polres Kampar


    Kemudian di Polres Dumai ada dua kasus dengan dua tersangka. Satu kasus lagi di Polres Inhil (Indragiri Hilir) yang sedang penyelidikan.


    Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni pada 1 Januari hingga 31 Desember 2017, Polda Riau dan jajaran menangani 21 kasus pembakaran hutan dan lahan. Dari kasus itu, telah ada 20 orang yang terjerat sebagai tersangka.


    Kebanyak 14 kasus, pelimpahan berkas (tahap 1) sebanyak empat kasus, dan yang masih dalam penyelidikan sebanyak tiga kasus. Ada 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka tahun lalu.


    Untun 20 tersangka perorangan itu, ditetapkan oleh Polres Rohul empat orang, Polres Pelalawan tiga orang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Polres Inhu dan Polres Bengkalis masing-masing dua orang.


    Sedangkan di Polres Meranti, Polres Siak, Polres Rokan Hilir (Rohil), Polres Kampar, Polresta Pekanbaru, Polres Inhil dan Polres Kuantan Singingi (Kuansing) masing-masing satu orang. Untuk tersangka koorporasi nihil.


    "Dalam penurunan tersebut, merupakan keaktifan dari tim satgas dalam menangani kauss karthula," terang Gidion.


    Sebelumnya, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, jumlah lahan yang terbakar sejak Januari hingga Mei 2018, sudah mencapai 1.870,96 hektare. Daerah yang paling luas terbakar yakni di Kepulauan Meranti, mencapai 896,61 hektare.


    Posisi kedua ada Bengkalis yang lahannya terbakar seluas 345,5 hektare, dan menyusul di posisi ketiga Indragiri Hulu (Inhu) seluas 128,5 hektare.


    Lanjut pria dengan tiga bunga melati dipundaknya tersebut, walaupun kasus kerthula sudah menurun. "Dari tim satgas akan selalu waspada terkait kasus karthula," pungkas Gidion. (SR/Yuen)




     
    Berita Lainnya :
  • Dibanding Tahun Lalu, Karthula 2018 Menurun
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
     
    Berita Nasional | Berita Internasional | Berita Riau | Berita Desa | Advertorial | Indeks
    Redaksi| Disclaimer| Pedoman| Tentang Kami| Info Iklan
    © 2015-2016 SorotRiau.Com, All Rights Reserved