www.sorotriau.com
| BUKA FLS2N dan FL2N Gugus II , CAMAT RUPAT AJAK SISWA KEMBANGKAN  POTENSI DIRI | | KEBAKARAN LAHAN DI RUPAT BELUM REDA, DANDIM 0303 BERSAMA KAPOLRES TURUN LANSUNG PADAMKAN API | | ANTISIPASI DAMPAK KABUT ASAP, PERTAMINA RU II DUMAI DAN LPMK BAGIKAN 1000 MASKER | | ANAK-ANAK SUKU AKIT PULAU RUPAT DAPAT PENYULUHAN TERTIB BERLALU LINTAS | | KOTA DUMAI DISELIMUTI KABUT ASAP KIRIMAN DARI PULAU RUPAT | | MENUJU KEMADIRIAN DESA DESA ,PEMCAM RUPAT SERAP ASPIRASI PEMBANGUNAN MELALUI MUSRENBANGCAM
Rabu, 22 Mei 2019
 
Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali Sehari
Minggu, 15/07/2018 - 15:37:06 WIB

TERKAIT:
 
  • Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali Sehari
  •  

    SOROTRIAU  Berdasarkan laporan pos pantau Gunung Anak Krakatau atau GAK yang diunggah pada 14 Juli 2018, tertulis bahwa GAK meletus sebanyak 398 kali. Laporan itu dituangkan ke dalam aplikasi Magma Indonesia yang bisa di unggah melalui ponsel.


    "Kalau sudah masuk magma, pasti data dari vulkanologi," kata Deny Mardiono, petugas pos pantau GAK yang namanya juga tercantum di aplikasi tersebut, saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Ahad (15/7/2018).


    Dalam aplikasi itu, data terbaru dibuat olehnya berdasarkan pantauan selama 24 jam dari pos pantau GAK, Pasauran, Kabupaten Serang, Banten pada 14 Juli 2018.


    Ketinggian gunung berapi sekitar 300 meter dari permukaan laut dan terletak di perairan selat Sunda itu mengalami letusan selama 398 kali, amplitudo 24 sampai 58 milimeter. Durasinya, antara 20 sampai 279 detik.


    Gempa tremor terjadi terus-menerus antara dua sampai 45 mm dan dominan 20 mm. Namun, GAK tertutup kabut, sehingga asap kawah tidak teramati.


    Data itu dilaporkan berdasarkan pemantauan dari pos pengamatan gunung api Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten dilansir dari Viva.


    Aplikasi Magma Indonesa merupakan aplikasi yang resmi dikeluarkan oleh PVMBG yang bisa membantu memantau kondisi terkini gunung berapi, gebrakan tanah hingga gempa bumi di seluruh Indonesia.


    "Ya, itu aplikasi dari PVMBG," kata Kepala Pos Pantau GAK Lampung, Andy Suandy melalui pesan singkat.


    Meski meletus ratusan kali, status GAK tetap berada di Level II. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat hingga jarak satu kilometer dari puncak kawah. (SR/Yuen)




     
    Berita Lainnya :
  • Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali Sehari
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
     
    Berita Nasional | Berita Internasional | Berita Riau | Berita Desa | Advertorial | Indeks
    Redaksi| Disclaimer| Pedoman| Tentang Kami| Info Iklan
    © 2015-2016 SorotRiau.Com, All Rights Reserved