Headlines News: 18:12 WIB - Polres Dumai Amankan 2 orang tersangka provokasi upaya penegakan aturan PSBB di Kota Dumai | 23:21 WIB - Menu terbaru maknyos khas melayu di pecel lele 802 patimura | 02:34 WIB - Penjelasan Ilmiah terkait covid-19 oleh dr. Moh indro cahyono | 23:05 WIB - Pendapat Hukum bg hotland perihal PSBB | 12:21 WIB - Aparatur kecamatan Dumai timur bersama Tim sosialisasikan PSBB Ke warganya | 21:06 WIB - Personil KP KEDIDI-3015 BAHARKAM POLRI laksanakan bakti sosial jilid 3 di panti asuhan
 

Wanita Tiga Negara Ini Ramai-Ramai Jadi Pemuas Nafsu Pejuang ISIS


| Hukum & Kriminal
Sabtu, 06/09/2014 - 14:30:42 WIB
KUALA LUMPUR - Perempuan dari Inggris, Australia dan Malaysia dikabarkan sudah terbang ke Irak dan Suriah untuk menjadi ‘pemuas’ kelompok militan ISIS. Fenomena ini kemudian dikenal menjadi ‘Jihad Seksual’.
 
Seorang pejabat intelijen Malaysia memberikan informasi yang dibagi dengan Inggris dan negara lain. Informasi itu menyatakan wanita dari Australia dan Inggris dijadikan pemuas untuk militan ISIS.
 
Paling tidak, ada 600 orang Inggris termasuk beberapa wanita, yang berada di zona perang di Irak dan Suriah. Bahkan, beberapa orang memperkirakan angka yang ada jauh lebih tinggi.
 
“Jumlah ini juga termasuk perempuan Muslim dari Inggris yang tidak ikut berjuang di garis depan, tapi masih terlibat dengan menjadi jihad seksual. Sedangkan intelijen Australia mengatakan ada 100 perempuan muslim Australia di Suriah bertarung berdampingan dengan ISIS,” ujar Otoritas Intelijen Malaysia.
 
Mereka juga telah mengkonfirmasi, setidaknya tiga perempuan Malaysia telah melakukan perjalanan untuk bergabung dengan Negara Islam –sebutan lain ISIS, sebagai bagian dari “Jihad Seks”. Salah satu perempuan diperkirakan berusia 30-an, sementara yang lain di kisaran usia 40 tahun.
 
Konsep jihad seksual ini sebelumnya muncul di daerah konflik seperti Suriah dan Mesir saat negara sedang terguncang oleh kekacauan politik. Selama krisis, para perempuan telah menawarkan hubungan seks kepada pejuang untuk meningkatkan moral mereka.
 
"Wanita Malaysia ini diyakini telah menawarkan diri dalam peran kenyamanan seksual kepada pejuang ISIS yang sedang berusaha untuk mendirikan pemerintahan Islam di Timur Tengah,” demikian komentar seorang pejabat intelijen, yang tidak ingin disebutkan namanya itu.
 
"Konsep ini mungkin tampak kontroversial, tapi perempuan Muslim tertentu di sini menunjukkan simpati terhadap perjuangan ISIS,” lanjutnya, kepada The Malaysian Insider, Kamis (28/8/2014).
 
Laporan awal sebelumnya telah menyebutkan, bahwa perempuan Muslim di Mosul dijadikan pemuas para laki-laki, yang terlibat dalam pertempuran. Tidak diketahui berapa jumlah pasti perempuan yang dijadikan pemuas militant ISIS tersebut.

sumber : okezone.com





Berita Lainnya :
 
  • Polres Dumai Amankan 2 orang tersangka provokasi upaya penegakan aturan PSBB di Kota Dumai
  • Menu terbaru maknyos khas melayu di pecel lele 802 patimura
  • Penjelasan Ilmiah terkait covid-19 oleh dr. Moh indro cahyono
  • Pendapat Hukum bg hotland perihal PSBB
  • Aparatur kecamatan Dumai timur bersama Tim sosialisasikan PSBB Ke warganya
  • Personil KP KEDIDI-3015 BAHARKAM POLRI laksanakan bakti sosial jilid 3 di panti asuhan
  • Politeknik Negeri Bengkalis Salurkan APD dan Sembako
  • Polda Riau Bakti Sosial Serentak dalam Rangka Menggerakkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
  • Kelurahan Buluh kasap realisasikan bantuan sembako covid 19 Dari Pemko Dumai
  •  
     
     
    Nasional | Pekanbaru | Sorot Riau | Politik | Ekonomi | Hukum & Kriminal | Buruh | Lifestyle | Otomotif | Lingkungan |
    Internasional | Teknologi | Olahraga | Advertorial | Galeri | Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2020 - SOROT RIAU, All Rights Reserved